Jakarta 23
Februari 2010, PT Bank Agroniaga Tbk (Bank Agro) dan Indonesia Eximbank menandatangani
kerjasama dalam rangka pembiayaan bersama untuk menunjang kegiatan ekspor
nasabah di sektor Agrobisnis selama tiga tahun.
”Jumlah
pembiayaan yang akan diberikan oleh Indonesia Eximbank akan diatur kemudian
sehingga memberikan fleksibilitas dalam mendukung pendanaan nasabah Bank Agro
untuk kegiatan ekspor. Yang jelas kami berkomitmen untuk bekerjasama selama
tiga tahun mulai tahun 2010 ini,” Kata Suharsono, Direktur Pelaksana Indonesia
Eximbank.
Kerjasama
yang disepakati saat ini selain pembiayaan bersama meliputi juga penjualan asset
dalam skema Repurchase Agreement
(REPO). Fasilitas ini akan sangat mendukung untuk meningkatkan likuiditas Bank
Agro sehingga Bank Agro dapat fokus dalam pembiayaan nasabah dan pada akhirnya
akan lebih banyak ekportir yang terfasilitasi.
Menurut Suharsono
kerjasama ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekspor komoditas Agrobisnis
di Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya
potensi sumberdaya alam terutama agrobisnis. Indonesia Eximbank adalah lembaga
keuangan khusus yang fokus pada pembiayaan ekspor dan Bank Agro adalah Bank
yang fokus dalam pembiayaan agrobisnis.
“
Indonesia Eximbank memberikan dukungan
kepada Bank Agro untuk dapat meraih pasar pembiayaan ekspor agrobisnis di
Indonesia yang potensinya cukup besar. Kami melihat ekspor sektor agrobisnis
terutama perkebunan tahun 2010 tampaknya akan semakin baik, karena pasar ekspor
akan membesar dengan meningkatnya ekonomi dunia. Apalagi Indonesia adalah
negara penghasil utama minyak kelapa sawit mentah (CPO). Tahun lalu saja
transaksi ekspor Bank Agro tumbuh menjadi
178,35% ” Kata Kemas M. Arief caretaker
Direktur Utama Bank Agro.
Menurutnya,
total produksi minyak sawit mentah Indonsia selama tahun 2009 saja mencapai menjadi
20,7 juta ton dengan nilai ekspor CPO mencapai sebesar US$ 13 miliar. Selain
itu, Indonesia juga merupakan produsen karet alam ke dua di dunia setelah
Thailand, dengan volume produksi pada tahun 2009 sebesar 2,5 juta ton dengan
nilai ekspor sebesar US$ 2,5 miliar.
Sedangkan
target Bank Agro tahun 2010, kredit diproyeksikan tumbuh sebesar 28% menjadi
sebesar Rp 2.555.373 juta, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20% menjadi
sebesar Rp 2.945.152 juta. Dari jumlah tersebut kami targetkan sektor
agrobisnis dapat mencapai 65 % dari total portofilio kami.