Jakarta, Bank Agro
(AGRO), salah satu anak perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), mencatatkan
kenaikan laba bersih yang sangat signifikan yaitu 840% menjadi Rp11,94 miliar
atau Rp3,30 per saham di semester I 2011 dibandingkan dengan periode yang sama
tahun lalu. Semester I 2010 Perseroan membukukan
laba Rp1,27 miliar atau Rp0,37 per saham. Kenaikan laba bersih dimaksud dipicu
oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih dan penurunan beban operasional.
Pada Semester I 2011, Pendapatan bunga bersih Bank Agro meningkat 2,36%
menjadi Rp 78,13 miliar pada semester I 2011 dari Rp76,33 miliar pada semester
I 2010. Pendapatan bunga bersih merupakan selisih antara pendatan bunga dan
beban bunga.
Peningkatan pendapatan bunga-bersih disebabkan penurunan beban bunga dari
Rp142,23 miliar pada semester I 2010 menjadi Rp139,66 miliar pada semester I
2011. Penurunan beban bunga ini mencerminkan perubahan komposisi dana pihak
ketiga Bank Agro menuju pada peningkatan dana murah seperti giro dan tabungan.
Komposisi Dana Pihak Ketiga Bank Agro terdiri dari tabungan, giro dan
Deposito. Tabungan meningkat 26,88% dari Rp149,45 miliar di semester I 2010
menjadi Rp189,62 miliar di semester I 2011, giro meningkat 15,42% dari Rp444,27
miliar di semester I 2010 menjadi Rp512,79 miliar di semester I 2011, sedangkan
deposito justru mengalami penurunan 3,08% dari Rp1.795,70 miliar di semester I
2010 menjadi Rp1.740,43 miliar di semester I 2011. Adapun total Dana Pihak
ketiga (DPK) relatif tidak banyak berubah dimana pada Semester I 2010 Rp
2.442,84 miliar menjadi Rp 2.389,42 miliar.
Pada saat yang sama Bank Agro juga membukukan pendapatan operasional selain
bunga sebesar Rp35,06 miliar pada semester I 2011 dari Rp15,85 miliar di
semester I 2010 atau mencetak peningkatan sebesar 121,20%. Peningkatan pendapatan selain bunga
tersebut diikuti dengan peningkatan beban selain bunga menjadi Rp97,96 miliar di
semester I 2011 dari Rp90,53 miliar pada periode yang sama tahun 2010. Dengan
demikian terjadi penurunan beban operasional-bersih selain bunga yang cukup
signifikan atau sebesar 15,78%. Beban operasional-bersih merupakan selisih
antara beban operasioan selain bunga dengan pendapatan operasional selain
bunga.
Pendapatan selain bunga diperoleh antara lain dari provisi, deviden dan
koreksi atas cadangan kerugian penurunan nilai dan keuntungan penjualan aset
keungan, sedangkan beban operasional selain bungan terdiri dari kerugian
penurunan nilai aset keuangan (impairment), beban tenaga kerja, beban lainnya.
Selain itu, kualitas aset Perseroan juga mengalami peningkatan yang
tercermin pada penurunan non performing loan (NPL-net) dari 5,30% pada semester
I 2010 menjadi 0,24% pada semester I 2011. ”Dengan membaiknya kualitas aset ini
maka pencadangan perseroan atas aset dapat diturunkan sehingga meningkatkan
laba,” kata Bapak Marshal, Direktur Utama Bank Agro.